Senjakala yang membuat aku seringkali ingat
Pada dirimu tetap berjalan di tempat
Menunggu akan seseorang yang datang membantu
Berharap iba pada setiap langkah kaki yang berjalan di sekitarmu
Pagi perut kosong dan tak terisi
Senja, dibudaki dengan sebuah mimpi
Apakah esok kan selalu misteri
Skeptis pada perbuatan yang kau lakukan
Tapi kau lupa pada siapa yang memberikanmu rezeki selain Tuhan
Kau bercumbu mesra dengan hawa nafsu
Melupakan derajat manusia itu bertawakal, dan yakin selalu
Kau menyesali dan berandai-andai
Kali ini turunkanlah aku ingin bersama air hujan
Air mata yang menetes agar menyatu dan lebur bersama kesedihan
Kau menyaksikan beberapa sosok yang berbeda,
Berbakat, bodoh, tua, gagah dan mengenakan kemeja
Bahkan ada yang menghina, memperlakukanmu seperti bukan manusia
Namun senja akan segera tiba
Kau bergegas dan kembali ke rumah karna esok tetap melakukan hal yang sama
Kau adalah awan yang mendung
Dan aku berkabung setiap saat aku tetap support dan mendukung
Senjakala dan Air Mata
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Komentar: