Subscribe to Our Newsletter ! Free and No SPAM !

Showing posts with label Lyric. Show all posts
Showing posts with label Lyric. Show all posts

logoblog
Aku mengundangmu tertawa tanpa kunci pembuka
Seperti pintu gerbang keluarga Zoldyc yang sulit untuk terbuka
Diseret ketajaman mata menelanjangimu karna hasil apa yang dia pinta
Di beranda kau tetap renjana, dan bungkam fitnah dengan bandela
Dimana binneka tungkal ika?
Sejak parameter hak asasi kau ukur dengan seberapa banyak stigma yang kau filter tuk tetap ada
Kini libidokulah yang mengalihkan pada samsara
Di dalam jiwa yang tepiskan citra tuk bahagia
Aku adalah glosarium yang terkemas tuduhanmu di dalam kepala
Berceritalah di atas mimpi rasio para dewa
Terasingkan dunia karna kau menganggapku seperti tak pernah ada
Seperti fauna terbungkus akuarium sebagai objek semata
Lupakan gelagat skenario dari ribuan orang jumawa
Seperti karnivora yang siap membantaimu jika ia sesuai selera

Pangkaslah paparan tuk terlihat sempurna
Pikirkan tentang ibu yang ingin melahirkan, bertarung dengan maut
Tanggalkan semua beban, seperti air hujan yang tetap terjatuh meski terkadang tak diinginkan
Masuki alam fana, bersama para musafir yang berkelana
Dialog buta, seputar tentang integritas ketika bertemu para sarjana
Dunia ini sementara,
Maka hari ini tertawalah sebelum tertawa itu dilarang
Mengikuti kebaikan yang berangsur luntur dan bertindak sebelum hilang
Seperti jihadnya pejuang berperang dan tak takut meski tertusuk pedang
Bukan gelar yang membuatmu tergelincir ke jurang
Bukan juga sebuah kopiah dan gamis semata dibilang agar agamis
Bukan juga hegemonis tai si sampah kapitalis
Bukan terbakar cinta di bawah tahta orang terkondang
Tapi, murni lillahi taala kasih sayang yang hangat membuat ubun2mu lembut di kepala...

logoblog


Tai sejarah, membidani peristiwa anekdot yang membuatmu mau muntah
Tidak serupa cerita penggagas di tengah umpatan gegap gempita
Berkali difitnah, berkali tersentuh ludah
Mengisi kekosongan jiwa, kebenaran serupa dengan berhala
Lunasi hutang yang membuat harimu tak nyaman
Beriman pada keraguan timbulkan kemunafikan
Seperti tabiat kerasukkan masal pada keangkeran sekolah
Menyerupai invasi zionis yang merebut wilayah wilayah
Titik untuk hari ini. Ketika neraka dan surga sudah tak menjadi masalah
Timbulkan fatamorgana dari ilusi pembuat samsara
Setan laknatullah pengobral janji beribu taktik seperti mendoktrinmu dengan tusukkan di kepala
Bencilah dengan hal yang sementara, kita hamba temukanlah doa malam pada keserasian antara senang dan papa

Anjing terpanggang ekor
Bersihkanlah hatimu yang kotor
Seperti Umar bin Khatab yang takluk dengan ayat alquran
Ketajaman pedang tak mampu dihunuskan
Tinggalkan dikte pada pembual pancasila
Ketuhanan Yang Maha Esa
Raih tafakur disaat tersungkur
Membina hasrat dan letih saat ibadah mulai terkubur
Tercebur kedalam tarsir al misbah ketika akal kian melantur


"Buang yang jauh perasaan negativ!" lama lama bisa berbalik kau juga yang sakit
Kepalan tangan siap menghantam sebuah informasi terkait dimana hoax dan fitnah seperti wabah yang menjangkit
Motif tuk menentukan pembenaran, kebodohan ditingkatkan
Meninggalkan tabayun yang berkontradiksi
Dimana keteguhan hati sudah tak lagi dimengerti
Akhiri fraksi dengan saling mendominasi, siapa yang paling banyak pengikut ialah yang pantas menguasai
Hegemoni tai dasar sampah kulturisasi
Agamaku dijadikan candaan dan senda gurau demi aksi yang basi
Dan persetan bagi kalian yang mengikut hanya untuk dipuji.

Inilah agama bukan lelucon.
Bukan politik bukan seperti wayang plastik.
Dasar moron...

logoblog


Seputar tentang terbenamnya kata kata
Menutup pintu mengasingkan diri dari wacana
Begitu surut ekspektasiku mengobral kebodohan
Di antara dentuman bahasa yang semakin runyam
Dungu tindakan dan miskin harga diri
Nurani dan simpatisme juga menghianati
Seakan pergi menuntun tuk masuk ke liang lahat
Pembeda kelas kakap kriminalitas yang siap menerima hukuman berat
Bersama pena keingkaran yang sulit terobati
Inspirasi datang memaki seperti istri tak kunjung dinafkahi
Eksistensialisme menunjukkan kesesatan
Pada secerca harapan yang membutuhkan pertolongan
Alfian Zidny datang dengan asa yang terputus
Seperti mampus dihajar prajurit Colombus
Dan hari ini adalah lebih baik kusajikan
Berkhotbah tentang ketakberdayaan dihuni para budak yang melawan di atas tekanan zaman.

Karitatur sudah tak lagi menjamur, nasionalisme seperti bidak catur
Rentan akan amarah dan nafsu tak tekontrol
Menolak sapaan maghrib sibuk mengurus sepasang memek dan kontol
Nyawa dibuat seperti isi burung yang berkolor
Dan dimana kalimat Tauhidku terbakar di atas kemenangan pihak tertolol
Perbedaan tak berarti, berkontraksi pada sejarah masa lalu
Menginvasi premis rasa dendam yang paling nomor satu
Sahabat tidak afdol jika belum saling menjatuhkan
Mempererat persaudaraan tuk menolong persatuan
Dimana video vulgar seperti obat penenang jiwa
Kurang lengkap jika tak ada wanita tuk alasan sebuah kata "bercinta"
Esensi menyempit pada sebuah nilai raport semester
Dimana hasil yang bagus penentu engkau menunjang rasa minder
Seakan adab dan sopan santun itu tidaklah penting
Bagaikan anjing menyalak mengincar akhlakmu yang sudah kurus kering.

Seperti duri dalam daging yang masih diperawanan
Berpikir sinting ibarat rintik air berjatuhan
Perangai melucu terbuai pada ketidakharmonisan
Melontarkan kalimat tidak sesuai dengan para simpatisan
Merevisi pemikiran butut yang tak masuk akal
Ketika Abu Jahal terbela oleh canda dan senda gurau...


logoblog

Cerita ini aku dedikasikan untuk kamu yang merasa dirimulah paling benar.. terima kasih , kalau kau tak ada mana mungkin kumengerti..

"Sepertinya aku mulai hilang kendali!"

Dimanakah aku ketika kalian membutuhkan?
Tangan yang lusuh mencemaskan hari esok
Sembari mengusap wajah hasil keringat pekerjaan
Berharap ada ikan bakar ketika dapur ditengok

Terkesan malas seakan itu tabiat
Terlalu curiga dengan pendapat sepihak
Dirinyalah yang paling benar dan aku tersalah
Binasa dalam keraguan akan tuduhan air beriak

Ini bukan cerita yang kubalut dengan cinta
Meski ayah pergi dan ibu meninggalkan kita
Carilah air mengalir dan tanyakanlah
"Apakah benar kau tak mengenali lelah dan derita?"

Dapatil kesimpulan dengan melihat kau punya satu jawaban
Paradigma negatif
Belum apa apa sudah menyindir ini-itu yang membuat hati merasa sakit

Dimana letak keikhlasan, rasa puas, kekurangan, tidak bersyukur
Kau melantur disaat putus asa, kata kata terlontar terdengar seperti mempunyai hak dan kuasa

Perbedaan antara pendapat sudah tak jelas
Egoisme mementingkan tuduhan tak berkelas
Saling beriringan antara kepentingan dan rasa mau memiliki lebih
Terlena ketika bergerak berlawanan dan kau memaki kalau itu bukan hasil yang ingin kau raih

Aku itu aku
Kekurangan serta kelebihan mirip dadu berputar
Dimana kau tak tahu angka yang kan keluar
Disebuah mall atau pasar, orang orang berlalu lalang
Menunjukkan karakteristik tanpa banyak komentar
Seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang
Namun bila sudah kenal buat apa berlaku kasar....

Ini perbedaan. Dimana aku dan kau ataupun kita dan mereka, hatimu itu tidak hanya satu jika disatukan
Dan yang aku inginkan agar kau tak menuruti hawa nafsu yang membuat kau tidak bisa menentukan...

Sekiann......


logoblog




Tanganku terinjak, kumemandang ke atas
Topi snapback senyum menyeringai bikin was-was
Di dalam kelas ia melempar tasku
Buku buku berhamburan, teman-teman tak ingin membantu
Dasar berengsek, kan ku balas
Lihat nanti jika kau di luar kelas
Menyesal dengan sangat kuhajar tiada batas
Tapi, itu hanya di dalam khayalan
Takkan mungkin, aku takut, terlalu pengecut
Bocah kecil umur 12 tahun nyalinya ciut
Setiap hari setiap waktu takut pergi sekolah
Seperti naga yang keluar dari kawah
Sepertinya aku punya banyak salah atau lari dari masalah
Dunia ini tak adil buatku, mungkinkah di dunia yang lain ini akan jauh berbeda?
Hari minggu pasti selalu kutunggu
Tenang hatiku tak bertemu denganmu
Apa yang kudapat, ketika kita berjumpa di pinggir jalan
Mereka berlima tubuhku terlempar ke atas melesat ke atas menuju angkasa
“Ayolah, aku tidak berbuat salah denganmu!”
Si jacket kuning itu sepertinya cukup iba
Tapi dia takut pada si gemuk yang menjadi bosnya..
Yeah, kini saatnya….

Masa sekolah hal yang terindah
Masalah yang begitu indah
Saatnya kita berduka
Dewasa kini aku belum lupa
Terima kasih dariku padamu
Kau sudah repot membully
Mungkin hanya ini yang mampu kubalas
Kau telah memberikan inspirasi tiada batas

Aku memang krempeng ditambah gepeng
Dari samping atau dari depan
Sama-sama pantas dapat cacian
Tapi bukan seperti inilah caranya
Aku juga ingin keluar masuk kantin dengan aman
Menikmati rasanya beli jajanan, sama dengan kalian
Jangan kau rampas uangku, sungguh keterlaluan
“Kita bawa saja ia ke kamar mandi.”
“Kita kunci dari luar, gimana, di?”
Sungguh berengsek si Budi dan temannya
Aku pikir tak ada yang lebih baik, mereka binatang semua.
Tak berani berontak, tak juga teriak, dan juga yang lainnya
Sial, aku ini bocah macam apa
Hanya diam saja
Orang tua di rumah mungkin berpikir anaknya sekolah dengan baik
Tapi anak-anaknya memandang dunia jadi terbalik
Setengah takut kadang tampil berani
Jiwanya kadang kalut ketika terus dibully
Itulah rasanya jadi kami
Kami ingin bebas, yeah, kini saatnya.

Masa sekolah hal yang terindah
Masalah yang begitu indah
Saatnya kita berduka
Dewasa kini aku belum lupa
Terima kasih dariku padamu
Kau sudah repot membully
Mungkin hanya ini yang mampu kubalas
Kau telah memberikan inspirasi tiada batas

Ruang dan waktu terasa lama berlalu
Upacara senin pagi ia berada di belakangku
Budi kau berengsek menendang pantatku
Ingin kabur dari lapangan pasti di lihat guru
Panasnya terik matahari serasa bikin pingsan
Ingat-ingat sebentar di dalam sakuku ada pisau
Yeah, berengsek kau keterlaluannn.
Sesaat sebelum mataku terbuka kupikir berada di neraka
Aku melihat seragam pak polisi
Dan, “sial, apa yang terjadi?”
Kenapa aku disini?
“Hei nak kau sudah berbuat salah.”
Persetan, itu tak masalah
Aku di dalam penjara, bahagia, tertawa, bercampur satu
Sudah tak bertemu kau lagi bocah yang selalu menghantui pikiranku…


Masa sekolah hal yang terindah
Masalah yang begitu indah
Saatnya kita berduka
Dewasa kini aku belum lupa
Terima kasih dariku padamu
Kau sudah repot membully
Mungkin hanya ini yang mampu kubalas
Kau telah memberikan inspirasi tiada batas

{Sumber: https://alfianzidnyy.wordpress.com/2016/01/25/bully/}***

logoblog
Kopi
Gambar dari wikipedia

Yo, periksa ini.

Apa yang kau cari?
Apa yang ingin kau temukan?
Apa yang semestinya pantas untukmu?
Sejak dulu kau selalu meremehkan
Kau bilang itu penyesalan, atau itu cuma nafsu
Kau tak mau dan banyak keinginan
Kau mencari perantara demi sebuah kesempatan
Kau selalu bertindak di luar batas
Kau tidak pantas dengan apa yang ada dan mencari yang belum
Assalamaalaikum, nak, kau terlalu terobsesi
Lebih baik tahan sejenak, minumlah kopi dan tenanglah
Kendalikan diri, dan jangan lupa berdo'a pada Ilahii

Yeah, mulai sekarang dan seterusnya kita melangkah
Lepaskanlah keegoisan dan jeratan setan yang terikat dengan sempurna
Terasa berat memang jika belum dicoba
Tapi apakah kau ingat, seribu langkah diawali dengan satu langlah?

Tapi terkadang aku malu
Pribadi orang lain kupandang dengan tidak bermutu
Terlalu meremehkan sehingga jadi senjata makan tuan
Pahitnya aku yang merasakan, getirnya aku yang merasakan, semuanyalah aku yang merasakan….

Bersyukurlah kau yang tidak seperti aku dan banggalah menjadi diri sendiri, itu lebih manusiawi, tak ada dengki, tak ada iri, tak ada fitnah, tak ada tekanan batin, tak ada saling berebut harta karna masalah siapa yang pantas untuk memiliki.
Tak ada lagi penyakit hati
Tak ada lagi namanya membohongi diri sendiri
Sucilah kau bersama para hati yang bersih
Jiwamu selalu tenang di manapun kau berada
Dan membawa kabar gembira bersama iringan do'a
Bagaimana dengan pendapat dan pujian?
Ah, itu hanya untuk mereka yang mengingkinkan pengakuan
Kita bergerak bukan bersama api tapi kita bergerak bersama air, yang selalu mengalir, menuruti takdir, menuruti semilir angin,
Inilah kita separuh raga mencoba tidak mengaku tapi bertindak
Berusaha dan bertindak yang tidak memberikan bekas
Karena segala hasil sudah dimiliki yang belum selesai adalah proses.

Segitu dulu ya, dah.. Beress…

Sumber: [https://alfianzidnyy.wordpress.com/]***

logoblog

Jika aku…

{Alfian Zidny}
Hmmmm..
Thanks mau berbagi. Referensimu membuat aku mengerti.
Meski sedikit tapi apa boleh buat .
Dan sekarang ku ingin bernyanyi…
fuck aku tak peduli pada kalian semua…

Aku bosan ketika terus ditanya,
Aku bosan ketika bercerita tapi pendengar menyimak atau tidak
Aku bosan dengan semua ini
Aku bosan menulis kemudian writer’s block
Beberapa menit tak menuaikan hasil, apa pikiranku goblok?
Ada macam jawaban karena malas lalu kuberalasan
Tidak sama seperti ketika mandi, mudah saja menyikat gigi
Tapi waktu akan terus berjalan, aku sadar dan mengerti
Aku bosan nasihat dan nasihat dari kalian
Aku bosan hanya kata-kata itu saja yang terucapkan
Jenuh entah harus bagaimana

Aku bosan dengan tayangan TV, hedonis tai, kekayaan kalian semata-mata karna materi
Antah berantah dasar kepalsuan yang ingin kuludahi
Makan tuh kebosanan
Kumemandang dunia bukan dengan keindahan
Jangan ikuti aku, aku tak pantas diikuti
Aku lelaki dengan ekspresi seratus kebosanan penuh emosi
Aku tak perduli dengan kau, dia, atau mereka.
Yang kutahu hanya ada aku, kertas dan pena
Maka, tulislah cerita kebosanan.
Bosan dan bosan, jenuh dan jenuh dan aku tak perduli lagi dengan rima... huh

Ini hari Sabtu, nanti malam Minggu
Malas rasanya lebih baik tidur di dalam kamarku
Teman melepas pakaian aku tak tertarik
“Ayolah main denganku!” huh berisik
Dasar wanita seksi aku tahu kamu memang seksi
Tapi kau punya suami
Lalu dimana Rocky, tak becus memberi nafkah batin?
Itu sebabnya kau berani obral kelamin
Sudahlah aku jenuh

Berikanku sedikit waktu, Aku ingin menyendiri.
Aku bosan lebih baik berbicara dengan cermin.
Di hadapan ada wajah yang lesu, hei siapa itu?
Kenapa kau tidak mati saja!
Mati segan hidup tak mau, bikin orang lain merasa terganggu
Hawa negatif yang muncul, penderitaan terpancar dari prilaku yang kau pikul
Tubuh kurusmu seperti tak terurus
“Fian bangunlah dari tempatmu dan ikutilah jalan yang lurus!” Suara apa ini?
Aku bosan dan biarkanlah aku tetap seperti ini.
Cepat atau lambat aku pasti, mampussss
Tidak bergerak dan juga tidak diam
Lalu bergerak lalu diam ditempat seperti batu nisan, yang tertulis namaku di situ
Bahkan laguku pun terdengar begitu redam
Macam orang bisu bercerita kepada si tuli yang salah mengambil paham . Huh

{Yanflow}
Temanku menghilang menyembunyikan sosoknya ke belakang
Ia berdiskusi tentang pribadiku yang lain
Ia membicarakan keburukan dengan orang lain
Semakin hari semakin bertambah-tambah
Mengisi positif prasangka bersama fitnah
Sial, tapi aku bosan kenapa melantur dan bicara kurang nyambung
Apakah ini faktor dari kejiwaanku yang kurang bersyukur
Mungkin aku hanya mahkluk bodoh
Yang tidak pernah puas dengan sesuatu yang ada…
Jika aku diberikan sedikit kelimpahan harta,
Jika aku tidak pernah ada
Jika aku dijadikan batu, dipohonkan, atau dibinatangkan
Kenapa atau mengapa atau apa aku takut pada perubahan
“Inilah ujian hidup, jalani saja”
Ya akan kuingat kata darimu Ayah!

Sumber: (https://alfianzidnyy.wordpress.com/2016/05/01/jika-aku/)***

logoblog
Sosok yang mana yang begitu spesial yang terus menjerat dalam lamunan khayal
Kau yang kudambakan kembali masa disaat hadirmu
Waktu bersama dulu memberikan makna rasa rindu
Pahit lidahku terus mengoceh
Tapi sedikit pun kau tidak pernah menoleh
Jiwaku terkulai lemas serasa meleleh
Meratapi kepergian sungguh tak boleh

Kembali kuharus menjalani takdir
Akan ketentuan yang sudah pasti hadir
Oh Tuhanku, berikanku kekuatan agar rasa ini takkan pernah kulupakan


Sepanjang usia
Kuyakin takkan lupa
Hadirmu bersama ‘kan kujaga
Meski rasa berkecamuk terus meronta rindu ingin bertemu takkan bisa. . .

Hatiku membara menatap masa depan
Akan kebahagiaan sejati orang lain juga inginkan
Dimasa itu ingin bertemu denganmu arti hadirmu begitu berarti untukku.

Jasamu begitu berarti
Memberikanku betapa besar arti hidup ini
Berharap paras wajahmu takkan pernah terlupakan terus terngiang dan teringat di dalam ingatan
Walau hanya sekadar ucapan tapi ini lebih dari apa yang dibayangkan

Beribu kebohongan alasan telah kukatakan
Banyak kesalahan yang telah dilakukan
Nasihat dari dirimu terlupakan
Dianggap angin berhembus sejenak kurasakan
Ini ungkapan bukan bualan
Kuharap kau bisa mendengarkan

Sepanjang usia
Kuyakin takkan lupa
Hadirmu bersama ‘kan kujaga
Meski rasa berkecamuk terus meronta rindu ingin bertemu takkan bisa. . .

Kutak pernah jemu kalau aku rindu
Sosok hadirmu yang begitu berharga untukku
Jelas sudah kau laksana matahari di pagi hari
Mengasihi diriku sepenuhnya tulus dari hati
Rasa sayang ini bagai air yang mengalir
Terus terbawa sepanjang jalan tak pernah tersingkir
Menggambarkan sosok hadirmu
Kaulah pesona hidupku takkan mungkin berakhir


Sepanjang usia
Kuyakin takkan lupa
Hadirmu bersama ‘kan kujaga
Meski rasa berkecamuk terus meronta rindu ingin bertemu takkan bisa. . .

logoblog


Yeah, Ini kisah yang meragukan
Patah semangat anak muda hilang harapan
kakinya bagai terbelenggu dan kurang kekuatan
takut pada dunia, dipandang, diledek dan terhina pada kekurangan
teman seperti menjauh, dadanya terasa sakit
terasa bagaikan irisan pedang yang menembus kulit
muak dengan si lidah pahit.
ini belumlah berakhir ia harus bangkit dan
tersenyumlah dengan takdir

Dan rintihan hidup
jangan lagi ada kata, "AKU TAKKAN SANGGUP!"
tataplah dunia jangan tertutup
tetaplah tersenyum meski kau dianggap badut

tidak banyak yang seperti dirimu maka kau harus bangga
tunjukkan pada mereka dengan tangan terbuka
hai kawan aku adalah aku, tidak bisa membelah dua
Dan pikirkanlah sebelum menusuk hatiku hingga terluka

logoblog

Rindu yang tertinggal

Di dalam mimpi hadirmu masih saja menghampiri
Lama waktu seperti tak mengenali sama sekali
hanya tersisa ingatan yang sudah memudar
goresan luka pada jejak langkah terlalu kecil tuk dibilang besar

Andai bisa kuputar kisah yang terlanjur lama berjalan
bertahun lamanya rasa ini flashback seperti kita baru kenalan
Sulit tuk melupakan padahal kau sudah bersama yang lain
Mencoret cerita di atas kertas putih bukan main main

Kutahu bukanlah sosok seperti cerita dalam Cinderella
Sang pangeran datang dengan membawa sepasang sepatu kaca
Dan berkata, "Kaulah wanita pertama yang pantas kumiliki sepenuh jiwa raga."
Hangat kasih sayang terus mengalir tak kenal reda

Yakinkah ini jalan yang terbaik
Andai Jutaan wanita datang memakai lipstik dan cantik cantik
Tapi hanya kau yang mampu membuat diam seperti tak berkutik
bersama ingatan maka kusimpan dengan apik

Hingga saat ini masih saja terdiam
Menunggu mentari hadir dengan keindahan
Rindu yang tertinggal, bukan sebatas nama
Mampu bercerita bernyanyi dan terluka

Terasa sesak seperti tenggelam di dalam lautan
tak ada seorang pun yang mengetahui
Tak tahu lagi apakah ini namanya sebuah penyesalan
ketika tak  mampu terobati

Aku memandang masa lalu penuh dengan tanda tanya?
spontanitas raut wajah berubah ubah tak bertahan lama
kadang sedih campur juga tawa
tuk apa dikenang jika ia sudah tiada

Waktu terus berlalu
meledekmu hingga ia merasa kau sudah tak punya urat malu
Maka seandainya di sekitarmu ada cahaya yang diterangi oleh lampu
Kau berharap, padamlah. Agar tak ada seorang yang melihat wajahmu

Begitulah kisah ini terus diputar sepanjang lagu
Rindu masa lalu, Karna kusudah move on jangan peduli padaku
Jangan khawatir padaku, asal kau bahagia itulah yang kukagumi
Dan tiga kata terakhir untukmu, "I love You,"

Yeah hahahaha
bidadari

Image via id.pinterest.com

logoblog

Yeah ini hanya sekadar menunjukkan keterbatasan diri Setiap diri mudah berspekulasi
Tapi intinya adalah letak dimana kau tidak merasa paling benar sendiri
Dengarkan!

Kuhanya... melihat
Dari sisi yang.... memikat
Setelah perhatikan.... dengan seksama Ternyata dipermainkan.... fatamorgana Kuhanya bisa.... tersenyum kecil
Setelah akhirnya.... membuahkan hasil
Ternyata diriku... segede upil
Terlalu banyak berpikir yang.... bathil

Entah berapa kali luput dari kesadaran
Ketika sesuatu terasa berantakan
Lalu mulut mencaci, memaki anjing dan babi sampai dibawa bawa
"Hai saudari kamu polos kurang wibawa!"
Sibuk memperhatikan kekurangan orang lain Hingga salah sendiri tak begitu kentara
Siapa kau siapa aku urusi saja diri sendiri Kenapa seringkali kau masih tak perduli Menyimpan rasa dengki lalu lisan mudah sesumbar
Dan menebar fitnah seperti surat kabar Menyedihkan! lakulanlah terus seperti itu
Maka tak beda jauh dengan setan yang diberaki nafsu

Menganulir sinyalir dari segelintir orang yang tawakal dengan takdir
Tak percaya nasihat kau malah tersindir Sekarang ku bilang, " jangan kikir berpikir, pandanglah yang tersirat juga tersurat." Supaya bisa kenal lebih dekat pada dirimu yang goblok dalam bertindak....

Kuhanya... melihat
Dari sisi yang.... memikat
Setelah perhatikan.... dengan seksama Ternyata dipermainkan.... fatamorgana Kuhanya bisa.... tersenyum kecil
Setelah akhirnya.... membuahkan hasil
Ternyata diriku... segede upil
Terlalu banyak berpikir yang.... bathil

Satu verse sudah terlewat, sekarang ingin mengenalmu lebih dekat.
Berapa kali kau melaksanakan sholat?
Ini bukan bercerita tentang obat diminum 3x sehari
Tapi kewajiban yang musti terpenuhi
Bagaimana bila terlanjur masuk liang lahat Jasad digerus tanah kau sudah mampus mau tobat sudah terlambat

Karna pada dasarnya berpikir dulu sebelum melakukan
"Dari mana kau tau ini?"
Jelas dari pengetahuan.

Sudah tahu tapi masih ditinggalkan
Kusebut kau munafik jangan menampik, kuungkap wujud aslimu semua mata melirik dan kau takut dikritik
Hei jalani proses introspeksi itu paling baik

Dan satu hal yang membuat seringkali lupa
Kau terlalu asik atau sibuk dengan dunia yang fana.
Jadilah seorang yang memandang dengan dua mata
Berserta mata hati agar tak gampang terlena. Ok




Images via nawawihakimis.blogspot.com

logoblog


Bilang, "Aku tak pernah menghilang."
Masih selalu kusayang
Hati ini takkan berganti ke lain hati
Sayang, percayalah padaku
Hanya kau yang kumau
Dengarlah lagu ini khusus untukmu

Semenjak ada dirimu tak mampu kulupakan
Hari hari terasa sangat menyenangkan
Jantungku berdegup kencang, mabuk kepayang, karna ku sungguh sangat sayang padamu cinta
Selalu buat bahagia
Dunia milik kita berdua

Hangat tubuhmu masih selalu kurasakan
Nuansa surga, terselimuti juga kebahagiaan
Hingga suatu saat nanti, hingga rambut memutih, hingga sisa akhir hayat ini
Semoga kau jadi bidadari yang tetap kumiliki
Karna kutak ingin, ada seorang pengganti yang melebihi elokmu yang menawan

Kau adalah gambaran kebaikan
Kau bagai sinar kehidupan
Menerangi jiwaku masuk ke dalam segenap pikiran
Dan mungkin mulutku pernah berbuat jahat,  tapi tak usah hiraukan
Dan,

Bilang, "Aku tak pernah menghilang."
Masih selalu kusayang
Hati ini takkan berganti ke lain hati
Sayang, percayalah padaku
Hanya kau yang kumau
Dengarlah lagu ini khusus untukmu

Rangkaian mimpi yang telah tersaji
Kau bagai bidadari menemani ku disisi
Ungkapan yang berisi teriakan hati
Ini murni ku berteriak seputih melati

Kau beriku cahaya terang disaat gelap
Hingga tiada lagi gelap gemerlap
Ini nyata, ku tak sedang tidur terlelap
Ku nyatakan dirimu dihati ku yang tetap

Tiada lagi kegalauan setelah kau dihadirkan
Karna kau sosok wanita yang ku inginkan
telah berdiri senyum indah dihadapan
Siapkah kau untuk jadi milikiku di masa depan

Kau yang ku inginkan tiada yang lain
Hanya kau sayang, yang aku ingin
Semoga kau menjadi seutuhnya. amin..
Ini cinta aku murni bukan main-main

Ini fakta sayang bahwa aku sangat cinta
Ayo sayang kita merenda kisah
Kau mampu tepiskan semua rasa gelisah
Hingga semuanya berubah menjadi indah

Saat tua nanti paras cantik mu menghilang
Aku akan tetap selalu sayang
Menemani mu yang selalu terbayang
Hingga menutup usia kisah kita akan terkenang

Bilang, "Aku tak pernah menghilang."
Masih selalu kusayang
Hati ini takkan berganti ke lain hati
Sayang, percayalah padaku
Hanya kau yang kumau
Dengarlah lagu ini khusus untukmu
Bilang, "Aku tak pernah menghilang."
Masih selalu kusayang
Hati ini takkan berganti ke lain hati
Sayang, percayalah padaku
Hanya kau yang kumau
Dengarlah lagu ini khusus untukmu

"Images via andri0204.wordress.com"

logoblog

(Yanflow)
Kulihat Indonesia yang begitu tercinta
Propaganda, air mata dari bawah tanah
Nenek mencuri sandal di hukum masuk ke penjara
Orang kaya tertawa terbawak bahak seenaknya
Main tikam saling menjatuhkan gila jabatan lupakan pengorbanan
Korupsi seakan menyenangkan,  dan busuknya senyum kepalsuan menerima uang sogokan

Tak tahu anak bangsa masih sering kelaparan
Tidur di kolong jembatan
Penduduk nelangsa takut akan penggusuran
Janji manis pemerintah, "Ini demi masa depan!"

Sehabis kelam pastilah timbul terang
Jangan menyimpan dendam tapi tunjukkanlah kasih sayang
Karna Indonesia penuh dengan kekayaan yang membentang luas
Pergi kemana saja akan tampak dengan jelas
Di mulai dari penebangan liar, banjir bandang, koruptor yang selalu penyabar
Mengulang langkah yang terus membuat otaknya berputar
Nasihat itu dosa besar, tapi hati tak gentar

Hutan sudah semakin gundul
Kasian si Sahrul melihat ini membuat hatinya terpukul
Ente bahlul buta mata hati jadi tumpul
Ringan buat ane jing, berat ente yang pikul

Indonesiaku tanah air beta
Rupa bangsa dan juga budaya, bersatulah kita bineka tunggal ika
Tapi kami tak sudi, tersulit emosi
Pada caci makiku pada keserakahan yang tak kunjung reda

(Kevin Dzar)

Indonesia . Indonesia berduka korupsi merajalela dimna-mana
Pelaku dilakukan oleh pejabat yang suka mengambil dan memakan uang rakyat
Negara ini kaya tetapi malah dibuat sekarat
Demi jabatan tak perduli orang terdekat

Yang penting dirinya sendiri itu senang
Tak perdulikan orang yang ada dibelakang
Hidup sulit seperti jaman berperang
Yang berkorupsi tak punya malu seenaknya bertulak pinggang
Rakyat biasa seperti serpihan yang terbuang
Rakyat atasan malah seenaknya mengambil uang

Coba sedikit saja renungkan dari atas semua perbuatan
Itu pebuatan yang sangat memalukan
Mengambil uang rakyat yang sedang kelaparan
Dimana hati? dimana akal? dimana jiwa? dan dimana pikiran ?
Kalo tak ada, berikan lah kami sebagai rakyat biasa kekuatan kesabaran oh tuhan
Dan semoga negara ini dipenuhi kejujuran
Kesempatan agar dapat merubah lebih baik dari atas semua cobaan

Lebih baik donasi dari pada korupsi
Hey dengarlah bapak yang berdasi
Yang sedang duduk santai di kursi
Mengatur strategi buah bibir diskusi
Setelah ketahuan jangan lah kau berlari
Serahkan diri karna itu perbuatan tak terpuji
Bangsa ini dipenuhi dengan dosa-dosa
Semakin menumpuk tak terasa
Maka berhentilah bersihkan semua jgn ada sisa
Selesaikan Dengan pergerakan dan doa-doa

logoblog

(Yanflow)

Kini telah hilang seorang rapper swag
Kake kake yang mendengar itu  pasti dadanya terasa terbengkek
Karna mas alex pembawa kabar gembira
Pengubah generasi dari bodoh malah nambah lebih parah

Mas alex mas alex skillnya lebih dari cetek
Dan opininya pun sederhana macam getek
Saking hebatnya gua malas ngikutin
Tapi sekarang sedih dah dia udah terkubur di dalam cermin

Memandang dirinya sendiri tak ada yang mampu menyaingi
Terkenal  sampai 7 lapis langit 7 lapis bumi
Sepertinya para rapper sudah mulai angkat bicara
Mendengar perkara fatwa dari mas alex yang macam  pelaku dosa

Gua terbuai karna dia masuk TV dan juga berita
Dan berkata, "Saya terkenal karna karya, tapi iwa k karna udah lama."
Ya sudahlah pepatah baru bilang," tukang bubur sudah naik haji", tapi
Omongan melantucr jelas gak pantas diikuti

Karna mana ada perusak generasi yang bakat inovasi
Ngakunya si punya inspirasi tapi jangan salah, apa itu inspirasi kalo cuma ngomongin orang di belakang itu gak terpuji
Dalam konvensi hip hop kan lagu diss itu satu dengan jiwa
Kalo gak suka bikinlah lewat karya
Gua gak marah karna udah begitulah kenyataannya

Tapi lebih parah dia macam kumpulan ibu ibu yang tengah bergosip
Kepergian mas alex bikin sedih deh bikin sedih deh bikin sedih deh
Karna hati kalo liat mas alex pergi jadi tambah lebih sip tambah lebih lebih sip


(Kevin dzar)
Oke.. gua ga suka sama basa basi
Gua sebenernya seneng ga da si alex ini
Kemana dia sekarang itu ga penting
Karna kalo ada dia otak generasi di buat sinting

Pasti kalo ada dia music hiphop jadi kacau
Mas alex kalo dibelakang doang berkicau
Karna gaya mas alex lender macam cincau
Tapi gapapa mas alex skrang mas alex dapet gelar, gelar duta cowo paling lembek
Mas alex itu emang bener -bener swag

Gaya mas alex yang ke kini kinian
Telah menerima banyak hinaan
Kini mas alex udah kemaluan
Karna otaknya yang bodoh udah ketauan

Jadi ga usaha lah mas alex pakai topeng
Karna temannya ga da lagi yg mau dijadiin tameng
Namanya terkenal karna cuma menebeng
Dan sekarang mas alex ga muncul
Karna otaknya smakin sedeng

Lihat lah skarang anak hiphop satu suara
Menyatakan mas alex itu emg bener lemah
Mas alex ga da kualitas dasar otak payah
Tolong mas alex jaga bacot jgn seenaknya

Hidupnya cuma bisa O aja yakan
Padahal lo udah ketaker payah gitu kan
Lu ngaku punya skil pdahal gada brengsek kan
Ini suara kejujuran yg gua lontarkan

logoblog

(Yanflow)
Mengingkari janji dengan kepalsuan
Ketika datang wajah baru yang begitu rupawan (wow)
Bedebah, sebenarnya apa yang diinginkannya
Tapi lihatlah tanganku, di pipilah tempat yang pas menerima satu sentuhan

Apakah uang bisa berbicara, kau pun menutupi kesalahan
Bermain di belakangku bersama kebohongan
Untuk beberapa lembaran rupiah yang membuatmu berkelimpahan harta
Aku memang makhluk tak bermateri bukan berarti tak punya apa apa
Atau kau mungkin sudah bosan dengan yang lama, jujur sajalah
Menutupi kesalahan itu tiada guna

Tapi aku tidak bisa merekam di dalam ingatan
Semestinya jauh jauh hari kau sudah kulupakan
Tapi nyatanya waktu berjalan sedikit terlambat
Kusaksikan wanita pengkhianat
"Jagain jodoh orang." mungkin itu kata yang tepat... Yeahhh

(Kevin)
Pada hari pertama dia sangat bangga Mendapat wanita pujaan yang dipuja Bertolak pinggang sambil mengepak dada Dan berkataaaaaaaaa...  INI GUA

Tak disangka menjalin hubungan sangat lama
Dia semakin menjadi jadi besar kepala Dari jagain pacarnya, memberi sesuatu untuk pacarnya
Sambil senyum senga, dan bekata INI BELUM SEBERAPA...

Haha Mampussssssssss...........

Eh tapi disayang eh sungguh disayang
Dia malah berperang bagaikan anjing rebutan tulang
Padahal udah bikin status aniv berulang - ulang
Saatnya gua berkata sangat malang Lo cuma jagain jodoh orang

Dasar pecundang sekarang lo cuma rasain sakit hati doang
Memang benar lidah takkan bertulang Sekarang wanita banggaan lo udah dipinang
Makanya jangan omong asal sembarang Karna pada kenyataan lo bukan jadi pemenang

Lihat aja tuh kelakuan wanita yang sering lo puja
Dia udah terlena tergoda dengan sangat mudah
Ga perduli walau lo dah berkorban tak terhingga
Yang penting judulnya dia tinggalin lo gitu aja HAHA

Cewe mah kan tuh begitu lihat kilauan baru langsung aja buru buru cowo langsung diajak bercumbu
Cowonya langsung mau diajakin begitu Gua kategorikan lo berdua penuh dengan nafsu

Eh cewenya ga mikir siapa yang dikenal dahulu
Yang baru kenal malah jadi nomer satu Tak diduga duga dia malah nikah
Lu ditinggal sendiri timbullah rasa sedih gelisah

logoblog

Ini hanya untuk sekadar menunjukkan keterbatasan diri

Meski hidup panjang, hamparan membentang
Periksa susah-senangmu
Bersyukurkah engkau
Akan terus datang, para pembangkang (yang paling baik)
Belum merasa puas
Seperti hewan buas

Yo check check,
Apa yang kau miliki, titipan dan jangan diingkari
Setiap detik hembus nafas tak pernah kau sadari
Kembali teringat Tuhan-Hamba yang mengajak berdo'a
Jika hanya membutuhkan,
Di saat bahagia malah lupa

Kembali teringat sebuah perkataan,
"Jika sudah cinta apa saja dilakukan."
Tapi sanubari mengingkari nurani
Dan ternyata keinginan dari nafsu yang seringkali mendahului

Sekali lagi ku ingin kau menyesali
Noda di hati semakin karam dan sulit terobati
Tapi kuhanya makluk yang lengah dan sulit berjanji
Memandang sebelah mata, seakan hidup panjang dan takkan bertemu mati

Meski hidup panjang, hamparan membentang
Periksa susah-senangmu
Bersyukurkah engkau
Akan terus datang, para pembangkang (yang paling baik)
Belum merasa puas
Seperti hewan buas
Meski hidup panjang, hamparan membentang
Periksa susah-senangmu
Bersyukurkah engkau

Ya Rabb apalagi yang musti kupahami
Di saat caci maki dunia sibuk ber-argumentasi
Radikal bebas seakan menggerogoti
Bersyukur kumengenal diri, intospeksi, mawas diri, dan terus mengkaji
Sadar diri untuk apa aku lahir di dunia ini?!

Jika bukan semata mata sebab Engkau Ya Rabb
Jasad ini tunggul, dihidupkan oleh yang bersifat Hayat
Aku takut bila terus terjerembab dan terjebak oleh rayuan maksiat
Yang membuat gerakku berat acapkali datang panggilan sholat

Dan Aku sadar Ya Rabb kau Maha Pengampun
Jangan buat aku terus memohon ampun karna sengaja telah berdosa secara beruntun
Lagi lagi ini tentang beratnya istiqomah
Jadi kupikir ini yang jadi akar masalah
Sepantasnya tawakal dan terus berdoa
Ok kalau begitu kuselesaikan ini cerita...

logoblog

Ok
Luka lama seringkali nampak dalam pikiran
Menggertak, menertawakan dan mengingatkan pada kejadian tak ingin kutemukan dan lakukan

Yeah
Sayang,
berjuta juta air mata yang pernah menetes membasahi pipi
Kusadari itu sudah berlalu dan terjadi Tak ingin terulang lagi hadirmu di sisi Yang membuat aku berani berasumsi Bahwa kaulah bukan satu satunya yang terbaik di dunia ini
Yang bisa memberikanku sosok kehidupan yang belum pernah aku rasakan

Kucoba genggam pena dan ingin segera menulis
Biarkan kertas ini jadi saksi bisu
Kau pernah hadir bersama pria berengsek itu

Aku tak tahu, bagaimana cara membunuhmu
Mungkin dengan pisau ini itu cara mudah kutak lagi melihat wajahmu
Tapi biarlah selama ku masih hidup Aku juga banyak berbuat salah dan sering disalahkan

Kadang pada kenyataan tertentu kebencian menjadi suatu alasan untuk balas dendam dan mungkin benar itu yang jadi sebab dan sebuah tujuab,

Kutak membela agar kau bisa hidup lebih lama
Karna tetap tak mungkin suatu saat kita kan bahagia
Dan juga tidak pernah lupa pada doa Kepada siapa lagi jika bukan pada Sang Kuasa.

Aku ini hanyalah orang lengah
Di atas kepalsuan yang telah lama kau lakukan

Yeah aku hanya berlari dengan sepatu yang sudah terlepas
Meski aku sekarang sudah berdarah darah
Apa mau dikata aku tak boleh menghentikan langkah
Tujuanku tak tentu arah
karna sekarang di pikiranku hanya ingin pergi bebas
Tak ada ikatan tak ada lagi janji suci Dari lubuk sanubari terdalam aku benci
Kau membohongiku, kau mempermainkanku, dan sekarang kau menyesal sudah membodohiku

Ini cara lama hanya untuk memulai dan membuat lembaran baru
Karna kemarin sudah berlalu dan esok tak perlu lagi kutunggu
Yeah

Aku adalah orang lengah di atas kepalsuan
Maka dari itu perjuangkanlah, jangan menyerah
Ternyata kau belum berubah
Maklum ini hanya imajinasi Membayangkan  kau mati saat ini

Interogasi sudah dimulai
Membuat ekspresiku tak santai Begitupun dengan pertanyaan polisi sudah mengatur strategi
Atur lagi siasat yang lebih mutu dan jitu, ia mengarah ke psikologi

Yeah kujelaskan langsung karna ini masalah sepele apalagi aku orang yang tak suka bertele tele
Kejahatan dilakukan karna ada kesempatan, memangnya apalagi
Dia berani bermain api di belakangku jelas dia pantas mendapatkan

Kegundahan yang kualami selami ini telah terbalaskan
Dua orang jadi korban
Dua orang jadi bangsat sialan

Tapi aku tidak menyesal
Oh Tuhan aku menyesal!
Maafkan aku, Andai bisa kuputar waktu dan memberikan yang terbaik untukmu
Semata mata untukmu, Maaf sayang

disini buruk, gelap dan lembab...

Aku sulit memandang kehidupan orang lain dan tidak lagi.
Juga kuharap kau tenang di sana Kuharap kau tenang di sana Jelaskanlah padaku tentang keadaan di sana

Ah sial,

Aku adalah orang lengah di atas kepalsuan
Maka dari itu perjuangkanlah, jangan menyerah
Ternyata kau belum berubah
Maklum ini hanya imajinasi Membayangkan  kau mati saat ini.

Image via thisisafrica

logoblog

(Yanflow)
Bergelut suasana mengalir tak sesuai dan terduga
Pada jejak langkah membekas oleh goresan luka
Setiap yang terpandang oleh pandangan mata
Terasa menyakitkan "Aku tak  sanggup menatap lebih lama."
Karna, aku bagai orang orangan sawah
Tanpa gerak hanya guna tuk menakutkan hama
Sepertinya kumenjual jiwa tuk orang lain Semakin redup butuh penerangan Sucikan hati ini maka jangan ada terus kebohongan palsu
Berceritalah pada doa doa malam yang datang dan ikhlas menunggu

Hai sudikah kau ikuti langkahku
Jika aku tak lebih baik dari orang yang terus bercumbu pada rutinitas semu
Maka jangan biarkan kerongkongan mu terus terisi oleh napas napas palsu
Yang terbuat dari bahan bakar nafsu Karna hidup ini tak lebih baik dari pada kita membantu orang lain

Ketika Hati Berbicara
Aku inginkan lebih dari ini
Para rencana tak terlaksana
Apa lagi yang harus kumengerti
Pikirkan dahulu apa yang diperbuat
Sebelum terlambat
Terbanglah kawan tetap jaga pandanganmu untuk melihat

(Yanflow)
"Lanjutkan langkahmu jika merasa lebih baik"
Tapi aku takut pada mereka yang terus mengusik
Pekerjaan sekadar cuma buat kebutuhan
Keinginan sesuatu tak kunjung didapatkan
Hasil nyata, sekedar menulis di atas note HP Android
Bingung kepikiran lama lama dada terasa sakit
"Maka yang terjadi maka terjadilah, Pasanglah posturmu tetap tegak pada dunia"

Mungkin kesabaran adakalanya menjauh dan menghilang
DOKTER DOKTER AKU BUTUH ENGKAU
"Apa yang bisa menambah kesabaran?"
"Pergilah, temukan orang yang tepat mungkin bisa menjawab pertanyaanmu"
Kubuka rahasia hati ini siapa sebenarnya aku, "Apa sebenarnya yang paling kau inginkan?"
Aku tak tahu.
"Sudahlah berhenti saja, siapkan dahulu sebelum kau lanjutkan perjalanan!"

Ketika Hati Berbicara
Aku inginkan lebih dari ini
Para rencana tak terlaksana
Apa lagi yang harus kumengerti
Pikirkan dahulu apa yang diperbuat Sebelum terlambat
Terbanglah kawan tetap jaga pandanganmu untuk melihat

(Kevin)
Hatinya mengucap mulutnya tertutup
Tak ada yg tahu kecuali yang Maha Satu
Ajakan baik berujungnya buruk
Jadi diakhiri dengan ajakan setan yang terkutuk

Jadi terlena oleh khayalan sebagai peran terlaksana
Tapi pas dijalani rupanya tak sesuai rencana
Kuimbangkan hati yang kadang turun naik
Pasti harapan pun ingin yg terbaik

Tapi dikaji terus dikaji lagi
Sampai benar benar yakin mantap dihati
Istilah kata orang bertanya dimana letak tengah bumi?
Yah, begitulah kira - kira tak ada yang tau tuk kedepannya nanti

Lihat keatas awan di atas terus berjalan
Tandanya semua ciptaan sudah ditakdirkan
Maka berdoalah agar dapat berubah takdir
Jangan putus asa karna ini belum berakhir

Ingin mencoba tapi harus lewati cobaan
Ini kehidupan yang penuh dengan kenyataan
Bukan layaknya sebuah permainan
Jika sudah bosan bermain asal - asalan

Sumber gambar: twitter.com

logoblog

Apa yang kan kau lakukan, ketika nafasmu sudah dekat dengan kematian?
Mungkin hanya satu penyesalan yang tengah kau rasakan
"Jangan ambil nyawaku Tuhan!"
Ketakutan karna aku tahu kau belum banyak berbuat baik!
Terlebih pada ibu bapak yang berusaha mendidikmu menjadi lebih baik
Namun nasihat baik darinya terucap lalu kau pun menghardik

Ini bukan tentang hidup siapa yang lebih lama dia yang paling merasa telah punya
Ini bukan masalah tentang banyak bergelimang harta dia yang paling kaya
Ini adalah ungkapan di atas batu nisan menunggu kepastian ketika namamu dinanti di sana
Jasad sudah menempel dengan bau tanah umur semakin hari berkurang mana mungkin terus bertambah

Jadilah kau bayi yang baru lahir
Maka ikutilah takdir kemana ia kan mengalir
Secerca asa yang dulu hilang kini kembali
Terbawa emosi redamlah jangan buat kau memantik bara api

Belajar dari fatamorgana yang mampu menipu pandangan
Dan kadang hari datang secara tak menyenangkan
Kenanglah apa yang pernah terlintas
Biarkan keringat jadi saksi yang terus berkucuran dan mengalir deras
Dan meski teman di depan berlaku manis, di belakang buas
Tetaplah optimis, kau dan aku dan orang lain yang berjuang dengan keras
Raihlah apa yang kau sebut itu pantas
Gigit dengan gigi gerahammu atau genggamlah jangan sampai terlepas
Jadilah cermin masa lalu, kenanglah aku
Inilah aku dirimu yang takkan pernah melupakanmu


Maka sudah saatnya banggalah pada diri dan maafkan kesalahan atas tindakan yang pernah ada
Teguhkan hati, cintailah, tak perlu menyesal tetaplah tersenyum pada dunia
Seperti satu peluru yang melesat ke arah kepala
Dan jika sudah terjadi, apa mau dikata..

Tetaplah melangkah kawan, jangan menyerah!
Dari seorang yang belajar instropeksi
Inilah aku Alfian Zidny

Cermin masa lalu


logoblog

Ada beberapa hal yang sedikit kutahu
Sejak kau memuji karya karyaku
Miskin Validasi dan pengakuan hingga kau mencoba cari perhatian
Aku bukan atasan sekadar orang yang cuma berjalan
Di rumitnya hidup menuju batu nisan
Untuk memastikan
Tidak ada jejak jejak yang tersesat dan tertinggal
Jika tidak begitu fundamental pun takkan pernah kukenal
Mulut manis menelan ludah hasut dengki di belakang ia terus merangkai fitnah
Sandiwara macam orang berlaga di depan sutradara
Provokator dia tak pantas jadi pemeran utama
Ia hanya pandai membeli yang sudah jadi
Tidak menoleh ke belakang ada apa sebelum dapat apresiasi
Mau yang instan-instan? Beli saja Indomie
Tapi kau takkan pernah tahu rasanya jadi penyanyi yang memproduksi lagu untuk dinikmati dan bukan untuk cari cari kontroversi
Tapi hari tetap akan kunikmati senda gurau kau ibarat proyektor yang menampilkan aksi parodi

Lantunan simponi yang indah
Tergoda masalah
Mungkin benar apa kata pepatah, "Ular berkepala dua!"

Jujur kadang stagnan itu pasti datang
Di Setiap kondisi memaksa untuk menghadang
Mulut dilatih untuk semakin tajam tapi percuma,
cuma guna di belakang
Sandiwara macam kelinci dalam kandang
Berlari memutar menarik perhatian agar semakin disayang
Porsinya sedikit jangan terlalu lebai
Kalo kau tak kuat silakan melambai
Haha
Yeah,
Aku kira tidak ada yang sempurna,
Yang ada sejenis orang kuat dan lemah
Yang kuat Berusaha dan terus menerus hingga kaki terpeleset tetap melangkah meski melawan arus
Dan lemah menangis mengiba meminta hak orang lain karna terlihat menarik dan sempurna
Sudahlah aku juga tak lebih baik dari kalian semua
Aku hanya sekadar mencoba tetap berada di jalur seni agar sisa umur kuhabiskan untuk tetap berkarya

Lantunan simponi yang indah
Tergoda masalah
Mungkin benar apa kata pepatah, "Ular berkepala dua!"
2x




Gambar via peperonity.com