{[Verse I: Kevin ]}
Dari lahir menjadi bayi, balita hingga menjadi dewasa
sudah tertanam dari kecil memiliki sebuah cita cita
Berharap semua berjalan sesuai dengan rencana,
jika tidak, sebagai manusia kuhanya bisa pasrah
Gagal, bukan berarti harus menyerah Gagal, bukan berarti harus putus asa
tak ada kata sudah cukup tetap lah belajar walau hati sedang terpuruk tetaplah bersinar
Demi semua keinginan yang harus dikejar, dan aku tak perduli apa yang kau kata
Ya memang terasa bagai colokan dimata
Sengaja kau ingin membuat aku buta agar ku meronta meraba
Tapi kau salah aku tak hentikan langkah begitu saja
Kau salah tebak inginku terperangkap dalam jebak
Tapi ku cekatan aku pun mengelak
Aku bagaikan emas dan kau perak
kini smua niat dan tujuan mu sudah terkuak
Jadi kau mau apa lagi harap angkat tangan jangan bergerak
Aku berjalan ingin wujudkan impian
Jadi jangan kau halangi jalan dengan pembicaraan yang bukan bukan
{Hook}
Mentari masih bersinar cerah
Hati kami takkan lupa dengan do'a
Dan domba kan berubah jadi singa
Hati kami tak lemah seperti yang kau duga
{[Verse II: Alfian Zidny]}
Yo check,
Terseok mata kaki ketika aku bangkit lalu berlari
Terikat tali agar aku tak mungkin bisa melewati batas mimpi kita di depan mata
Kau bilang, "berhenti!" supaya aku takkan mungkin bisa.
Inilah bedanya diantara kita, kau menghentikan langkah kala merasa tak mampu
Tapi aku melapangkan dada bisa jadi ini jalan terbaik dari Tuhanku
Berserah diri, dan sejauh mana ikhlas hati
Apakau sudah lebih baik dari hari ini?
Tanyakan juga akan kesantunan yang selalu terabaikan
Fian yang malang, mendapat tamparan dari para pecundang
Mereka hanya berani bermain curang dari belakang tanpa pandang bulu
Menjatuhkan meremehkan bagai kejuaraan hanya pantas mendapat piala sekelas perunggu
Tapi dunia fana terlalu kecil untuk sekadar berkeluh kesah
Kelak mereka juga pasti menyesal dan berkata, "Andai aku kenal dia lebih awal, ya!"
{Hook}
Mentari masih bersinar cerah
Hati kami takkan lupa dengan do'a
Dan domba kan berubah jadi singa
Hati kami tak lemah seperti yang kau duga
0 Komentar: