Yeah,
Detik jam dinding memberikan arti
Tak sabar menunggu sesuatu yang terjadi Di malam kumenyendiri dan di pagi kecewa dengan hal yang tak pasti
Sudut sudut diskusi pun kadang tak jauh lebih berarti
Dari setiap kondisi argumentasi dari para pencari konflik yang merasa paling benar sendiri
Ini hambatan, bukan rintangan, malas kumelakukan
Bosan dengan keadaan seperti benda mati
Tak bisa mengubah rutinitas kehidupan Sikap kuburuk, mereka menertawakan Aku berperan bagaikan hewan
Lalu apa kalian? Lebih rendah daripada hewan
Tak mampu membalas maka aku diam
Aku berikan karya, kau pun menekan dengan perkataan, "Aku tak sangka, ternyata kau itu, Yan!!!"
Maka sudah sepantasnya jangan mudah memvonis orang seperti batu nisan
Yang hanya tertulis nama tak lihat orangnya siapa yang melakukan
Cahaya lampu berpijar menerangi malam yang kelam Ingat akan kesantunan yang tidak pernah tenggelam
Di dalam kehidupan pasti ada jalan yang mampu membuat matamu mudah terpejam Sebelum wajahmu lebam
Sebelum mereka naik pitam
Kesalahan yang kulakukan, berharap dapat dimaafkan
Kejenuhan ini akan seringkali datang Datang bisa orang tak senang
Sudah saatnya kini aku perlu mengenang
0 Komentar: