(Yanflow)
Kulihat Indonesia yang begitu tercinta
Propaganda, air mata dari bawah tanah
Nenek mencuri sandal di hukum masuk ke penjara
Orang kaya tertawa terbawak bahak seenaknya
Main tikam saling menjatuhkan gila jabatan lupakan pengorbanan
Korupsi seakan menyenangkan, dan busuknya senyum kepalsuan menerima uang sogokan
Tak tahu anak bangsa masih sering kelaparan
Tidur di kolong jembatan
Penduduk nelangsa takut akan penggusuran
Janji manis pemerintah, "Ini demi masa depan!"
Sehabis kelam pastilah timbul terang
Jangan menyimpan dendam tapi tunjukkanlah kasih sayang
Karna Indonesia penuh dengan kekayaan yang membentang luas
Pergi kemana saja akan tampak dengan jelas
Di mulai dari penebangan liar, banjir bandang, koruptor yang selalu penyabar
Mengulang langkah yang terus membuat otaknya berputar
Nasihat itu dosa besar, tapi hati tak gentar
Hutan sudah semakin gundul
Kasian si Sahrul melihat ini membuat hatinya terpukul
Ente bahlul buta mata hati jadi tumpul
Ringan buat ane jing, berat ente yang pikul
Indonesiaku tanah air beta
Rupa bangsa dan juga budaya, bersatulah kita bineka tunggal ika
Tapi kami tak sudi, tersulit emosi
Pada caci makiku pada keserakahan yang tak kunjung reda
(Kevin Dzar)
Indonesia . Indonesia berduka korupsi merajalela dimna-mana
Pelaku dilakukan oleh pejabat yang suka mengambil dan memakan uang rakyat
Negara ini kaya tetapi malah dibuat sekarat
Demi jabatan tak perduli orang terdekat
Yang penting dirinya sendiri itu senang
Tak perdulikan orang yang ada dibelakang
Hidup sulit seperti jaman berperang
Yang berkorupsi tak punya malu seenaknya bertulak pinggang
Rakyat biasa seperti serpihan yang terbuang
Rakyat atasan malah seenaknya mengambil uang
Coba sedikit saja renungkan dari atas semua perbuatan
Itu pebuatan yang sangat memalukan
Mengambil uang rakyat yang sedang kelaparan
Dimana hati? dimana akal? dimana jiwa? dan dimana pikiran ?
Kalo tak ada, berikan lah kami sebagai rakyat biasa kekuatan kesabaran oh tuhan
Dan semoga negara ini dipenuhi kejujuran
Kesempatan agar dapat merubah lebih baik dari atas semua cobaan
Lebih baik donasi dari pada korupsi
Hey dengarlah bapak yang berdasi
Yang sedang duduk santai di kursi
Mengatur strategi buah bibir diskusi
Setelah ketahuan jangan lah kau berlari
Serahkan diri karna itu perbuatan tak terpuji
Bangsa ini dipenuhi dengan dosa-dosa
Semakin menumpuk tak terasa
Maka berhentilah bersihkan semua jgn ada sisa
Selesaikan Dengan pergerakan dan doa-doa
0 Komentar: